Saturday, June 9, 2012

aku bukan sampah 1


Pagi hari yang sangat menyenangkan bagiku, bangun pagi-pagi dan berangkat kuliah untuk mencari ilmu dan mengejar cita-citaku sebagai seorang sanitarian, hari-hari di kampus sangatlah menyenangkan bagiku, namun terkadang aku merasa gelisa dengan sikap teman-temanku, apalagi yang berbeda jurusan denganku, mereka selalu menganggap aku remeh, menyepelekan aku, dan juga menggangap diriku sok tahu, apa yang sebenarnya terjadi, yang sebenarnya terjadi adalah,,,,,,
Dikampusku ada beberapa jurusan yang berbeda-beda dan menjalani profesi yang berbeda pula, namun aku adalah seorang sanitarian yang berkuliah di jurusan kesehetan lingkungan, jadi aku dan teman -temanku sangatlah suka dengan alam sekitar kita, dan kita belajar mencegah terjadinya penyakit yang ada dilingkungan kita, kita belajar sampah, tinja, limbah cair ataupun limbah padat, dan cara mengendalikan binatang penggangu pembawa penyakit, sampai-sampai jurusan lain memanggil kita mantri wc atapun terkadang mereka menyebutnya dengan cleningservis, namun aku dan teman-temanku tidak menghiraukan mereka karna kita punya prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati. Mungkin mereka begitu karna bingun apa pekerjaanya kita lusa, apakah kita langsung dapat pekerjaan. Atau masih terlunta-lunta.
Aku bersama teman temanku sejurusan seringa kali kita praktek di lapangan dan memberi penyuluhan bagaimana kita hidup sehat dan jauh dari penyakit, sehingga kita lebih dekat dengan masyarakat, terkadan pekerjaan kita sangat berat karna kita harus berurusan debgan sampah-sampah dan penyakit yang ada di lingkungan, namun itu tak mematahkan semngat kita, waktu demi waktu kita semakin dekat dan dikenal dengan masyarakat dan masyarakat dapat menerima kita dengan baik, namun terkadan ada masyarakat ada yang belum memahami tujuan kita datang karna ada yang sangat jauh dengan pendidikan, sehingga kita harus bersbar dalam memberi penyuluhan terhadap mereka yang jalan pikiranya kurang mengerti tetntan gaya hidup sehat, dan ada pula mereka yang malu dan tersinggu karna lingkunga mereka kotor dan lum di benahi, namun kita selalu bersabar karna kami tidk ingin melihat mereka sakit lebih parah, berlahan kita memberi penyuluhan sedikit demi sedikit mereka tahu.
Setelah kita selesai melakukan penyuluhan, ada jurusan lain yang membuang sampah sembarang dan merokok di arena kampus, aku pun segera menegurnya dan memberi contoh yang baik,
Hawa : kawan jangan ko buang sampah sembarang begitu apalagi ko sambil merokok itu data menyebabkan kanker lo?
Kawan: hai anak kesling ko tau apa, aku sakit juga kan aku sudaa tahu obatnya? Pakek ngajarin lagi,
Hawa : kawan…. Aku Cuma memberi tahu ko supaya ko tidak sakit parah, ia kalau itu masih bisa ditolong, kalau tidak gimana?
Kawan: hai- hai !!!!! saya kan sudah bilang tidak usah ko ajarin saya, saya udah tahu, oiya kalau begitu mumpung ada ko, ko ambil itu sampah ku, kan ko anak sampah to!!!!! Hahahah
Lalu kawan itu pun pergi, hati sebenarnya sakit dan kecewa dengan sikap mereka,namun aku tetap sabar dan selalu mengingatkan mereka karna mencegah lebih baik dari pada mengobati, hingga pada suatu hari kita ada penyuluhan dan kita di tempatkan di sebua desa yang sangat terpencil dan masyarakat disana sangat kurang pedidikanya, masing-masing jurusan pun memulai aktivitas dengan memberi penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat, aku dan teman jurusan kesehatan lingkungan sangatlah senang karna mereka sudah terbiasa dengan masalah-masalah lingkunga yana ada di desa tersebut, namun jurusan lain banyak yang mengeluh, karna didesa terpencil dan masih hutan-hutan sangatlah masih banyak nyamuk, mereka semua tidak bisa menerima itu dengan baik, hingga pada suatu hari mereka sangat kelelahan menaagani para masyarakat, karna ia memberi penyuluhan tidak sepenuhnya karna mereka kurang Nyman berada didesa tersebut dan kurang terbiasa dengan lingkungan yang masih perlu diperbaharui, mereka kecapaian sehingga mereka tak ada senyum lagi untuk masyarakatnya, dan masyarakat pun tak mau medekat dan berpindah kepada jurusan kita, dan kita pun sangat senang karna bertambahnya mereka kepada kita dan mau mendengar kita, dan kita pun memberi tahu bahwa kita akan melakukan penyuluhan dan memberi contoh lingkungan sehat, namun kita tidak bia sendiri kita meminta bantuan mereka untuk bergutong royong, dan mereka pun berssedia membantu kita.

Malam hari pun kita masih didesa itu dan jurusan lain juga masih ada di desa itu, mereka sangat berisik karna di desa tersebut masih banyak nyamuk dan masyarakat disana pun tidak suka dengan anak-anak itu karna ereka tidak bisa menyesuwaikan diri. Kami pun segera menolong dan memberi kelambu anti nyamuk, ya walapun mereka pertamanya tidak mau tapi tak lama kemudia mereka pakai juga, karna sudah tidak betah dengan nyamuknya. Mereka sangat menyepelekan kita.
bersambung..

Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 2:06 PM

3 comments:

Post a Comment