tadi malam aku sangat sibuk... yah itu sudah hal biasa, tapi di malam hari itu tiba-tiba ada yang mengetuk kamarku dengan cemas, aku pikir sahabatku, dan ternyata setelah aku buka dia adalah saudara jauh ku, dan aku tidak tahu apa yang terjadi padanya tiba-tiba dia masuk kamar ku dan menangis dalam peluk ku, dan akupun berusaha menenagkanya supaya dia bisa menceritakan semuanya pada ku, apa yang sebenarnya terjadi, dan ketika itu dia pun menceritakannya, ternyata dia sedang sakit hati, karna dia sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga tapi dia malahan dicuekin, aku belum mengerti apa yang dia maksud aku pun mulai mendengarkannya lebih dalam, ternyata pada waktu sore hari dia sangat sibuk dan dia di sebenarnya kerja di keluarganya sendiri dengan menjadi babysister, dan juga membantu masak di keluarganya itu, dia sangat sayang sekali kepada adik2 dari kakaknya itu, namun sore itu selesai dia menjaga adik2nya dia pun seperti biasa langsung masak buat makan malam, yah padahal biasanya aku membantunya, namun karna aku juga sempat ngambek jadi aku ga mau bantu dia, dan ternyata pada waktu itu dia masak sayur tumis, dengan rasa capeknya dia berusaha masak yang terbaik untuk keluarga, dan berharap keluarganya senang, dan ternyata setelah selesai tiba2, kakak laki2nya ada di dapur akan makan malam, dan dia tidak langsung makan, namun dia malah memanggil istriny dan berkata: umi kenapa setiap hari masak tumis, aku benci dengan tumis bikin aku gendut aja" dan seketika itu saudaraku pun menangis, siapa yang tidak sakit hati, padahalkan kita sudah berusaha masak yang terbaik untuk mereka, kasian saudaraku ini, padahal dia dan aku sama kita yang sering masak, tapi tidak setiap hari tumis kok, malahan kita ganti2 menunya, kadang tumuis, kuah, ataupun bersantan, huh tapi kakak laki2nya selalu bilang dia masak tumisnya sering, kasian padahal kita sudah menjaga seharian anaknya dan setelah itu dia masak kan untuk keluarga, kok malah di ga di terima dengan malah menjelekan didepan kita secara langsung namun tidak secara langsung bicara pada saudaraku itu, dia sangat sedih dan malu, kenapa mesti memanggil istrinya, dan berbicara kasar pada istrinya di dekatnya, seharusnya kan bisa itu bicara baik2 dan lagsung aja ke saudaraku, iyakan, ngapin juga bikin sakit hati orang lain,huh payah! aku pun ikut prihatin dengan apa yang dia rasakan, memang sifat orang berbeda-beda, dan seharusnya memang kita harus pinter2 untuk selalu berfikir positif, yah mugkin karna faktor iku orang, dan lebih kasian lagi jika ada apa selalu aku dan saudaraku yang disalahkan, padahal adik perempuannya asli juga ada tapi selalu aja kalau ada kesa;ahan kita yang selalu disalahkan, aku hanya bisa memberi dia semangat dan motifasi agar dia lebih sabar dan menikmati indahnya hidup ini yang penuh misteri ilahi. karna semua akan indah pada waktunya, biarkan mereka berexprsi dan berkembang, hehe. selesai



0 comments:
Post a Comment