Saturday, September 8, 2012

BAB V KESIMPULAN SARAN DO BOD

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
1. Kualitas fisik air (warna, bau dan suhu) sungai Anafre, sungai APO Gudang tidak memenuhi syarat di bagian tengah dan muara. Karena di tengah dan muara sudah banyak pencemaran sedangkan di hulu tingkat pencemaran masih rendah, bahkan tidak ada.
2. Kandungan DO dan BOD sungai Anafre, sungai Asuransi dan APO Gudang, DO memenuhi syarat sedangkan BOD tidak memenuhi syarat. Karena semakin tinggi kandungan DO maka kandungan BOD rendah.
3. Perbandingan kandungan (Dissolved Oxygen) DO dan (Biological Oxygen Demand) BOD.

a. Dissolved Oxygen (DO)
1) Perbandingan DO di sungai Anafre dengan sungai Asuransi terdapat perbedaan. Sungai Anafre lebih tinggi kandungan DO
2) Perbandingan DO di sungai Anafre dengan APO Gudang tidak ada perbedaan, karna masih dalam kategori DO tinggi
3) Perbandingan DO di dan sungai Asuransi dengan APO Gudang ada perbedaan, APO Gudang lebih tinggi kandungan Donya

b. Biological Oxygen Demand (BOD)
1) Perbandingan BOD di sungai Anafre dengan sungai Asuransi terdapat perbedaan. Sungai Anafre kandungan BOD lebih rendah daripada sungai Asuransi.
2) Perbandingan BOD di sungai Anafre dengan APO Gudang tidak terdapat perbedaan. BOD di sungai Anafre dan sungai APO Gudang tergolong rendah.
3) Perbandingan BOD di dan sungai Asuransi dengan APO Gudang ada perbedaan. BOD di sungai APO Gudang lebih rendah dari pada sungai Asuransi.

B. Saran
1. Bagi Pemerintah Daerah kota Jayapura diharapkan meningkatnya penyuluhan atau pelatihan kepada masyrakat tentang bahayanya limbah atau sampah yang dibuang di badan sungai sesuai dengan syarat kesehatan dan peruntukannnya.
2. Bagi Puskesmas Jayapura Utara diharapkan untuk melakukan pengawasan atau penyuluhan setiap warga yang ada di Kelurahan Gurabesi Distrik Jayapura Utara, dan melakukan pelatihan cara pemanfaat sampah atau daur ulang.
3. Bagi pemilik rumah yang berdekatan dengan sungai agar memperhatikan kesehatan lingkungan.
4. Bagi masyarakat agar lebih tahu tentang bahayanya pencemaran limbah yang dibuang di badan sungai sehingga mengurangi kebiasaan membuang sampah atau limbah di sungai. 



DAFTAR PUSTAKA

Alaerets, G dan S.S. Santika., 1987. Metode Penelitian Air, Surabaya: penerbit Usaha Nasional.

Alloway, B.J.and D.C. Ayres, 1994, Chemical Principle of Environmental Pollution. Glasgow.

Bachtiar, T, 2002. Koprostanol sebagai indikator kontaminasi dan perunut alamiah limbah domestik di perairan pantai.

Lung,W.S., (1993). Water quality modelling; apucation to estuaria, Vol, II CRC Press. Florida

Mahida, U.N., (1986). Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. Edisi II. Rajalai Press. Jakarta

Miller, G. Dan G. Lygre, (1994). Chemistry a Contemporary Approach 3rd Edition. Wadworth Publishing Company. Calnifornia. 

Sawer, C.N and P.L. Mc Carty, 1978. Chemistry for Environmental Engineering
.
Soemarwotto, Otto, 1997, Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Ikrar Mandiri Abadi : Jakarta.

Supriharyono, 2002. Pelestarian dan Pengolahan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis : Jakarta.

Tchobanoglous, George, 1979. Wasterwater Engneering, Treatment, Disposal, Reuse : New York. USA.
Dampak Pencemaran Lingkungan, http://tridewi.blogspot.com. (22 januari 2012)

Pencemaran air, http://id.shovoong.com(22 Januari 2012)

Pencemaran air, http://www.chem-is-try-org/materi kimia ( 25 januari 2012)

Permenkes RI Nomor 416/MENKES/PER/XI/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Wardhana, W.A. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yokyakarta Andi offset.

Wirosarjono, S. 1974. Masalah-Masalah yang dihadapi dalam penyusunan keriteria kualitas air guna berbagai peruntukan. Lembaga Ekologi.UNPAD : Bandung.

Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 2:31 PM

0 comments:

Post a Comment