ibu... ibu... aku pulang?? ibu..ayah.. kok sepi pada ke mana ya?
aku berjalan menuju ruang keluarga dan seperti biasa sepulang sekolah, aku langsung menyalahkan televisi. tapi pada saat itu aku sangat kaget, di mana televisi ku? di ruang tamu aku pun tidak melihat televisi, dan di dapur televisi yang sudah tua juga tidak ada, dan di rumah sangat sepi, hati ku pun bertanya-tanya, pada saat itu usia ku baru 12 tahun, dan adik ku 10 tahun, ya hanya 2 bersaudara aku pada saat itu, aku pun makan, tapi saat aku buka tudung makanan pun di sana tak seperti biasa, sepertinya ini nasi dan sayur kemarin, aku pun tak menghiraukan itu, tapi hati bertanya di mana ke dua orang tua ku dan adik ku? aku tidak tahu harus mencari ke mana lagi, aku pun membereskan rumah ku yg berantakan, dan memasak, dan setelah selesai masak dan beres-beres rumah, mereka datang, ya adik dan ke dua orang tua ku. dari dalam rumah aku melihat ada tangisan dari ibu ku, tapi aku tidak berani menayakan itu semuanya, dan akhirnya aku pun hanya bisa terdiam dan menunggu mereka yang berbicara, dan sore hari saat kita berkumpul di ruang keluarga, ayah ku bercerita dan kalau sebentar ada yang datang maka ibu dan ayah akan pergi ada urusan, dan kamu kakak di rumah sama adik mu, jaga dia, sudah malam tetaplah diam di rumah belajar. aku pun memberanikan bertanya sebenarnya ada apa ayah? siapa yang sebentar akan datang? desah ku dengan sangat ingin tahu pada waktu itu, dan ibu ku menangis itu yang membuat aku bingung dan penasaran, '' sudah nanti ada polisi yang datang jika memang harus berlanjut dan biar selesai secepatnya mungkin ayah dan ibu akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari. ingat itu dan kamu belajar yang baik ya? '' iya ayah'' jawab ku.
aku pun bersama adik ku segera masuk kamar karena sudah larut malam, dan aku berharap semoga malam ini tidak ada yang datang agar ke dua orang tua ku tak pergi malam ini. sekitar jam 12 : 45 aku terbangun karena aku mendengar kan sesuatu, dan ternyata ibu dan ayah ku belum tidur, tak sengaja aku mendengarkan pembicaraan mereka,'' sudah lah bu, yang sabar yang penting kita berusaha, kan bukan kita ibu yang sebenarnya mengambil uang mereka, ibu juga tidak tahu kan kalau semua jadi kayak begini, membantu tapi malah yang di bantu menjebloskan kita dari belakang, sudah lain kali tidak usah mengulangi nya lagi, ayah cuma tidak habis pikir, kok sampai barang-barang kita di ambil, dan kemarin ada pencuri, sejak kapan bu di halaman kita ada pencuri kalau tidak suruhan orang itu.
Dan aku pun mulai tahu permasalahannya, iya ibu ku ada seorang bendahara di sekolah, dan pada suatu hari ada seorang guru yang pinjam uang, sebelumnya ibu ku tidak bisa memberikan uang itu ke pada siapa pun, tapi karena ibu ku kasihan dan dia berjanji akan mengembalikan nya sebelum hari pembagian, ibu ku pun memberinya dan ketika saat pembagian uang bulanan tiba, guru tadi tak ada kabar, dengar-dengar dia pergi ke luar kota, dan ibu ku terpaksa membayar mereka semua dengan uang pribadi ibu ku sendiri, karena jumlah guru di sekolah ibu banyak maka ibu tak membayar semuanya, ibu hanya membayar setengahnya, dan selama 1 bulan kemudian guru itu datang dan minta uang bulanan nya, ibu ku bingung dengan sikap nya, padahal dia pinjam uang sekolah belum di kembalikan tapi kenapa malah minta uang bulanan nya, sehingga ibu pun tidak memberinya uang bulanan nya, yang ada ibu bertanya kepada guru tersebut agar segera membayar hutang sekolah, tapi yang ada ibu ku di jauh kan, di buat seoalah-olah ibuku yang korupsi, dan terpaksa harus berurusan polisi.
pagi harinya saat aku terbangun, mereka sudah siap semua di meja sarapan, dan memanggil aku dan adik ku untuk sarapan, dan saat kita akan memulai sarapan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dan aku pun yang membuka nya, dan ternyata ada 2 polisi yang sudah di depan pintu,'' ada ayah?'' tanya polisi itu, aku pun memanggil ayah dan ayah pun segera berdiri dari meja makan begitu pun ibu, mereka semua ada di ruang tamu, dan aku bersama adik ku sarapan, tak lama kemudian ibu ku ke belakang dan memberi tahu kalau mereka harus pergi ke kantor polisi ada urusan mendadak, aku pun mengizinkan mereka pergi, dan aku sangat ketakutan, jika aku melihat seorang polisi, mereka membawa ke dua orang tua ku, seakan-akan pagi yang biasanya di penuhi dengan senyuman dan canda gurau, kini berubah sesaat menjadi tangisan, aku sangat sedih, tak pernah aku berfikir jika aku harus merasakan suasana yang membuat ku benar-benar ketakutan, dan aku ingat kalau kemarin adik ku pergi bersama ayah dan ibu, aku pun bertanya padanya'' dek.. kemarin bagaimana, sewaktu adik ikut ayah'' ?? iya kakak, kemarin ayah dapat pukul dari polisi dan ibu menangis semua di sana sepertinya memojok kan ayah dan ibu, dan ibu menangis kak !! jawab adik ku, dan aku ingin sekali rasa ikut bertindak dalam kasus ini, tapi aku waktu itu masih berumur 12 tahun, jadi anak se umur itu pasti aku tidak mungkin ada yang mau mendengarkan aku.
malam telah tiba, hujan sangat deras, dan lampu mati, aku bersama adik ku di rumah menunggu ke dua orang tua ku yang tak kunjung datang, aku takut dan sangat takut pada waktu itu, apalagi setelah mendengar cerita adik ku, jika ayah ku di pukul oleh seorang polisi, dan saat itu lah aku benci polisi tapi aku ingin menjadi polisi yang benar-benar tahu akan kesalahan dan kebenaran, tak pandang siapa itu dia, adik ku mulai mengantuk aku menyuruh nya segera tidur, adik ku pun tak ingin tidur, dan aku sudah tidak bisa menahan air mata ku ini, aku kangen dengan ayah dan ibu, di saat hujan besar, lampu mati yang biasanya kita gunakan untuk berkumpul dan bergurau bersama kini aku haru menangis untuk menanti kedatangan mereka, sudah larut malam adik ku pun sudah mulai mengantuk dan tertidur, sehingga aku sendirian, aku hanya bisa terus berdoa dan berdoa agar ke dua orang tua ku segera pulang dan baik-baik saja, aku tak henti memanjat doa ku, aku sangat ketakutan, pikiran ku yang tak begitu tahu pada waktu itu, aku hanya takut jika ke dua orang tua ku tidak pulang dan di penjara karena kesalahan orang lain, aku sangat kacau pikiran ku pada waktu itu, jam 11: 10 menit aku masih terus berdoa dan berdoa, hujan yang deras begitu pun dengan air mata ku yang deras, menunggu ke dua orang tua ku datang. dan tak lama kemudia ke dua orang tua ku datang.
setiap pagi selalu saja ada polisi datang mengganggu acara sarapan pagi bersama kita, dan sering sekali itu terjadi, ke dua orang tuaku bolak balik polisi, dan aku harus merawat adik ku sendiri mengurus pekerjaan rumah itu, dan hari-hari yang ku jalani pada waktu itu penuh dengan air mata, televisi kesayangan ku, sudah tidak ada, barang-barang di rumah sudah di ambil polisi dan aku merasa sangat terasa peristiwa itu terjadi. ya masalah itu berjalan selama 3 bulan. dan di anggap telah selesai. aku pun sangat gembira karena masalah ini sudah selesai, akhirnya aku bisa berkumpul bersama keluarga lagi. dan semua barang-barang telah di kembalikan, aku merasa masalahnya sudah selesai dan sudah tidak ada dan tidak akan ada lagi masalah yang berurusan dengan polisi, aku benci itu.
3 tahun kemudian
umur ku sekarang 15 tahu sudah 3 tahun ini hidup ku sangat bahagia, dan tak ada lagi polisi-polisi yang mengganggu kita pada saat kita sarapan pagi. tapi........tiba -tiba pagi itu ada yang mengetuk pintu dan aku pun yang membuka pintu itu dan ternyata polisi itu lagi, dan menanyakan ayah ku lagi, aku sempat bingung, karena aku berfikir selama ini urusan sudah selesai, tapi ternyata belum juga usai. ayah dan ibu ku kembali lagi ke kantor polisi bolak balik kantor polisi, sampai-sampai pada waktu itu, ayah ku bilang jika memang ayah harus di penjara, jangan kalian menangis karena ayah di sana bukan atas kesalahan ayah tapi karena ibu, ibu yang mau menolong seorang teman tapi teman itu menjatuhkan ibu, aku sangat sedih waktu itu dan sangat tidak mau jika ayah ku ada di penjara.
1 bulan kemudian
setiap hari ayah ku bolak balik kantor polisi dan ternyata ada seorang bapak-bapak yang membantu ayah ku, ternyata mereka adalah temannya guru yang juga pernah di tipunya, '' musuh dalam selimut'' dan untung nya saat masalah itu terjadi guru tersebut menceritakan kebohongan nya dengan orang tersebut, dan karena bapak itu sudah capek di bohong terus menerus, setiap kali bertemu dengan guru itu bapak selalu merekam nya dan membawa kamera tersembunyi, dan kebetulan juga masalah bapak ada di kamera ini. dan pada akhirnya semua bukti telah terkumpul, dan ayah ku bebas, dan guru itu masuk ke dalam penjara, tapi ibu ku tak membiarkan itu terjadi, ibu ku masih saja menolongnya,karena guru itu juga masih mempunyai anak yang harus di urus nya. dan selesai lah masalah nya hingga sekarang. Allhamdullilah sudah tidak ada polisi yang datang bolak-balik ke rumah ku, yang ada polisi tinggal di rumah ku, karena adik ku sekarang sudah menjadi polisi, dan aku sudah selesai kuliah nya, umur sekarang sudah 21 tahun dan adik ku berumur 19 tahun, dan aku sekarang bukan 2 bersaudara lagi, tapi 3 bersaudara, aku perempuan sendiri, dan 2 adik laki-laki, Allhamdulillah... ini semua berkat Allah SWT. amin.. terima kasih ya Allah...semua pada akhirnya ada jawabannya. dan indah pada waktunya.
untuk semuanya ayo kita harus banyak bersabar dan berusaha terus, agar semua indah pada waktunya...
Allah selalu bersama kita. amin
selesai



0 comments:
Post a Comment