Friday, February 15, 2013

aisyah vs aisyah

aku adalah seorang gadis yang usia ku sekitar 17 tahun, ya aku mulai mengenal cinta pada umur 17 tahun, tapi aku belum tahu cinta yang sesungguhnya, aku jatuh cinta pada seorang laki-laki, yang sangat mencintai ku, dia bernama asep, asep adalah seorang guru ngaji di desa nya, dan aku pun mencintai dia, karena aku bersyukur tuhan telah mempertemukan aku dengan seorang laki-laki yang sholeh, dan aku berharap ini cinta pertama dan terakhir ku, aku terkadang merasa apakah mungkin seorang laki-laki sholeh benar-benar mencintai dengan apa adanya, aku pada umur 17 tahun tingkah ku bisa di bilang seperti laki-laki, tapi di samping itu aku juga mempunyai sikap ke ibu-ibu an yang bisa membuat seseorang jatuh cinta padaku, dengan rambut panjang ku, dan hobi memasak ku, dan juga wajah yang sempurna sehingga pada waktu banyak lelaki yang menginginkan ku, dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelek sampai yang cakep, dari anak yang masih umur di bawah ku, sampai dengan anak yang di atas ku, ya semua menyukai ku, tapi aku tertarik hanya pada laki-laki yang bernama asep, kehidupan nya yang sederhana, dan sikap religius nya yang membuat mata ku terbuka, dan ingin rasa nya aku selalu bersama nya, aku juga tidak tahu mengapa dia bisa mencintai ku, tapi itulah cinta.

1 tahun kemudian
aku dan asep semakin dekat hubungan kita, dan jarak umur antara aku dan asep berbeda jauh 8 tahun, sehingga aku berusia 18 tahun dia berumur 24 tahun, sedangkan aku masih mempunyai begitu banyak cita-cita yang harus aku gapai. aku mulai resah apakah dia akan bertahan atau meninggalkan aku, dan selang beberapa hari saat dia berumur 25 tahun dan aku masih 19 tahun, dia mengajak ku untuk menikah, dan dia akan datang ke rumah ku, karena selama ini, ke dua orang tua ku tidak tahu, dan aku pun dengan beratnya menolak nya, dan aku tidak ingin menikah sebelum aku berhasil, dan membuat ke dua orang tuaku bangga sama aku, dan dia terus mendesak ku, itu membuat ku bingung resah dan gelisah, sehingga aku pun menyuruhnya bertahan dan menunggu ku, dan syukurlah dia berkata bersedia menunggu ku, dan aku pun mempercayainya,sehingga aku lebih tenang menghadapi perjalanan hidup ku ini.

3 bulan kemudian
aku merasa asep sudah berubah dengan ku, dan aku pun mulai bertanya-tanya ada apa ini, dan pada saat aku bertanya dia mengatakan jika semuanya baik-baik saja, dan saat aku bermain di salah satu teman ku, dan ternyata di sana ada 3 teman yang lainnya, dan di saat kita mulai bercanda gurau bersama, teman ku melihat foto asep, dan dia bilang wah ini yang sering datang ke pondok kan? yang sering menemui aisyah kan? saat itu aku masih bingung dan sedikit rasanya hati ini ter iris, tapi aku mencoba menenangkan, dan pura-pura asep adalah teman dari kakak ku, dan aku pun perlahan mencari tahu, ada apa sebenarnya ini? setelah aku membuat teman ku itu bercerita ternyata asep sering main ke pondok, memang di selalu bilang sama aku saat dia akan pergi ke pondok, tapi dia bilang mau mengajar di pondok, karena di suruh bantu pak haji di sana, dan ternyata asep menipu ku, dia di sana sudah di jodoh kan dengan seorang gadis yang bernama Aisyah, hati ku saat itu benar-benar terpukul, karena selama ini aku sudah percaya padanya. aku pulang terlambat, dan ternyata asep sudah di kos ku, dan sudah dari tadi dia menunggu ku, seperti biasa sikap manis nya dan tak lupa coklat yang selalu di berikan kepada ku setiap dia datang, tapi aku melihat dia datang aku seperti gadis bodoh, karena selama ini aku tertipu oleh dia, dan aku pun tak bersikap seperti biasanya, aku sangat sakit, dan aku tak ingin rasanya melihat dia, dan aku pun berkata pada nya jika aku sangat lelah dan ingin istirahat, dan dia pun pamit pulang dan memberikan coklat itu pada ku, dan dia pun berpamitan ke pondok lagi, setiap sore dia selalu datang dan membawa coklat aku tak terlalu menyapanya, dan dia selalu bilang akan pergi ke pondok di panggil pak haji, aku pun sangat kecewa dan hati ini begitu sakit, dan aku harus bisa memutuskan nya, dan besok aku berencana akan pergi ke rumahnya untuk menanyakan hubungan kita. 

pagi hari nya aku pergi bersama sahabatku, tapi aku datang sendiri, dan sahabat ku pergi karena dia ingin aku segera menyelesaikan masalah ku ini. aku pun berjalan menuju rumahnya, dan aku dengan rasa berharap dia memilih ku, untuk selamanya. saat aku mengetuk pintu rumahnya dia si asep tak membuka pintunya dengan lebar, dan dia tak menyuruh ku masuk, dia bersuara kecil dan mengatakan aku mau mandi dulu, kamu sabar ya, aku jadi heran, sampai segitu nya aku tak di persilah kan untuk masuk ke dalam rumahnya. aku pun menunggu nya di depan pintu dan karena aku tidak sabar, aku pun memberanikan masuk ke rumahnya, dan.......... sakit hati ku, karena aku melihat asep bersama Aisyah ada di dalam rumah, sedangkan aku di biarkan di luar, aku pun tak bisa berkata apa-apa dan aku langsung keluar dan pulang tanpa sepatah kata pun, asep pun berlari mengejar ku, dan aku pun tak menghiraukan nya, sampai di rumah teman ku, aku menangis dan menceritakan semua kejadian yang aku lihat, dan sahabat ku berusaha menenangkan ku, aku yang begitu percaya padanya dan ternyata semua hanya omong kosong belakang.

ke esok kan hari nya pagi-pagi dia sudah ada di depan kos dan meminta maaf, aku pun bertanya siapa dia dan kenapa semua bisa terjadi, pada saat itu aku sangat marah, dan ternyata asep pun menceritakan kalau ke dua orang tuanya sudah saling setuju, dan asep pun tidak bisa menunggu aku terlalu lama, dia akan meninggalkan Aisyah asalkan aku segera menikah dengan asep, itu tidak mungkin bagi ku, karena aku masih begitu muda pada saat itu juga aku belum ada pikiran untuk menikah, dan akhirnya kita saling berdebat, emosi ego amarah semua di keluarkan, dan akhirnya asep meninggalkan ku, dan dia menikah dengan Aisyah, tanpa undangan asep menikah, tanpa diriku asep bisa melakukan itu semua, dia sangat kejam dan melukai hati ku. aku sempat sakit, dan asep pun masih mengganggu ku dengan kiriman-kiriman suratnya dia minta maaf dan mengatakan menyesal, tapi itu tak membuat semuanya berubah. aku seperti tak bisa berbuat apa-apa, kenapa aku begitu mempercayai nya, kata-kata yang manis, janji-janji nya, dan sikap sholeh nya itu yang membuat dia tak salah pilih, aku tak pantas untuk dia.

1 tahun kemudian
sekarang umur ku 20 tahun dan aku memulai lembaran baru dan semangat baru, dan aku harus bisa membuktikan jika aku bisa tanpa dia dan aku harus lebih baik dari sebelumnya, aku pun sudah mendapatkan pengganti asep, sekarang aku mencintai cinta berdasarkan kekurangannya, jika dulu aku mencintai asep dengan kelebihan-kelebihan nya, sekarang aku menerima seseorang dengan kekurangan nya, agar aku dan cinta bisa saling melengkapi, aku berjalan dengan cinta dan aku pun mulai merasakan kembali cinta itu datang meski masih begitu berat aku jalani, dan sekian lama aku menjalani cinta aku bertemu kembali dengan sosok seseorang laki-laki sholeh, aku pun jatuh cinta pada nya, tapi di lain pihak aku bersama cinta yang lain, sehingga aku harus bersabar dan bertahan, aku tak ingin membuat cinta itu sakit, dan ternyata laki-laki sholeh itu juga mempunyai dengan seorang Aisyah juga, ya nama sama tapi beda orangnya, ternyata hidup ini penuh dengan seni. aku sesekali teringat tentang masa lalu, hanya karena Aisyah dan Aisyah lagi. ada apa sebenarnya dengan kehidupan ku, kenapa meski nama Aisyah?? tapi itu tak membuat ku terjatuh untuk yang ke dua kalinya, aku akan tetap menjaga cinta, persahabatan , keluarga karena semua ada dalam kehidupan nyata. semoga semua ini menjadi berkah buat ku.

dan di umur ku 21 tahun ini aku akan menjadikan semuanya indah pada waktunya, dan biarkan semuanya menjadi pelajaran berharga buat ku, karena semua hidup, ibu ada tujuan pertama ku, ayo buat semuanya jangan mudah putus asa, walau begitu banyak masalah jangan sahabat ku menganggap itu ada masalah, tapi itu ada pelajaran yang harus kalian kerjakan, ya kayak di sekolah gitu, ada pelajaran pastinya ada ujian kan, bukan masalah kan?? 

aku menyayangi kalian semuanya...
























Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 3:25 AM

0 comments:

Post a Comment