Friday, February 15, 2013

hanya senyuman bahagia

cerita ini menceritakan di saat aku masih berumur  10 tahun, di mana aku sedang duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, di mana waktu itu aku begitu banyak sahabat-sahabat, meski waktu itu aku belum tahu apa itu persahabatan, tapi aku begitu punya banyak teman, dan hingga sekarang umur ku 21 tahun aku masih bersama mereka. aku terlahir dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan, aku sejak kecil terkenal dengan sikap lucu dan sopan ku, karena di antara semua teman ku hanya aku waktu itu yang sudah menguasai bahasa jawa, ya aku berasal dari keluarga jawa, tapi aku terlahir di papua, sehingga tidak banyak mereka yang tahu akan bahasa daerahnya masing-masing. aku sangat bersyukur semua guru bisa mengenali ku dengan sangat jelas, dan semua teman juga menyayangi ku, waktu kecil aku merasakan kebahagiaan yang tak henti-hentinya menghampiri ku. orang tua yang menyayangi ku dan adik yang menyayangi ku, begitu pun dengan ku, aku sayang mereka banyak. sewaktu kecil aku tidak bisa melihat teman ku jika tidak jajan di sekolah, jika ada uang lebih dan bisa berbagi untuk mereka aku selalu berbagi dengan mereka, tapi jika aku tidak ada, maka kita semua pun tidak jajan sama-sama, tapi itu tidak membuat kita bersedih karena permainan jaga benteng sewaktu kecil ya itu yang selalu menemani kita saat jam istirahat.

1 tahun kemudian
sekarang aku duduk di kelas 5, dan tugas mulai banyak waktu itu dan sering sekali kita belajar kelompok untuk menyelesaikan tugas sekolah, tapi pada saat mulai kelas 5 semuanya tiba-tiba berubah, salah satu sahabat ku, tiba-tiba tidak hadir dalam tugas kelompok yang di laksanakan di rumah ku, aku mulai bingung kenapa belakangan ini dia sering tidak bersama kita. apalagi ini tugas sekolah, memang sebelumnya saat belajar kelompok dulu tidak pernah mengerjakannya di rumah ku, karena teman-teman yang mengusulkan untuk bergantian sehingga hari itu jadwal nya belajar di rumah ku, aku tak mengapa dia tak datang aku berfikir dia sibuk bantu ke dua orang tuanya, aku tetap memberikan tugas ku padanya, meski dia tidak pernah datang. tapi lama semakin lama aku pun bertanya pada nya mengapa dia tak pernah datang ke rumah ku, dan mengapa juga saat jadwal belajar jatuh pada dia, dia juga tidak mau menerima kita di rumahnya, aku semakin bingung dengan kebiasaan-kebiasaan nya, sehingga membuat aku merasa suasana nya tidak sesantai dulu, dan saat jam istirahat berbunyi seperti biasa semua pergi bermain di luar dan aku waktu mencoba untuk tidak keluar kelas, dan dia ada teman ku, dia diam di dalam kelas, sepertinya dia melamun. aku pun menghampirinya dengan halus:
'' sahabatku kenapa kamu murung belakangan ini dengan ku, kamu juga tidak datang belajar kelompok di rumah ku, ada apa sebenarnya?''
dia hanya diam dan terdiam sedangkan aku merasa aku butuh penjelasan darinya, karena kita tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku pun terus mendesaknya agar dia bercerita sehingga aku sedikit kasar padanya.
'' sahabat apa sahabat, kenapa kamu diam, apa salah ku?''
tiba-tiba dia berdiri dari tempat duduk nya dan berkata'' aku bukan sahabat mu, kamu bilang sahabat, omong kosong dengan persahabatan, selama ini kamu memiliki semua yang kamu miliki sedangkan aku tak pernah memiliki seperti apa yang kamu miliki, orang tua yang menyayangi mu, orang tua yang selalu memperhatikan mu, dan semua teman-teman hanya tertuju pada mu, tidak pada ku, aku hanyalah gadis miskin, jelek, dan tak secantik dirimu, semua ingin bersama mu, jika 1 hari kamu tidak masuk semua menanyakan mu?! sedangkan aku tidak ada yang peduli sama aku!! dan aku tidak pernah datang belajar kelompok di rumah mu, aku malu, pasti jika aku datang semua teman-teman melihat aku seperti gembel!! puas kamu!! dia sangat marah sekali.
'' sahabatku, aku tidak pernah berfikir sejauh itu kita semua sama aku dan yang lain peduli sama kamu, kita sayang sama kamu, orang tua mu juga sayang sama kamu, tidak ada yang tidak sayang sama kamu? desah ku mengatakannya dengan penuh perasaan''
''iya kita sayang kamu, kita peduli sama kamu'' jawab semua teman-teman yang tiba-tiba ada di belakang kita. kita pun sangat kaget ternyata mereka semua juga tahu jika kita akan seperti ini, sehingga mereka mendengarkan kita dari belakang pintu. 
'' lihat sahabat ku, semua menyayangi mu, semua peduli sama kamu, kamu sendiri lah yang membuat suasana hati mu gelisah, padahal semuanya menyayangi mu dan baik-baik saja. iya kan?'' kita pun semua berpelukan dan tak ada suatu masalah lagi yang di sembunyikan, dan kita kembali seperti biasanya yang selalu menyayangi satu sama lain.

3 tahun kemudian
perjalanan ku dan sahabat-sahabat ku sangat lah erat hingga sampai saat ini, dan sekarang tibalah saatnya perpisahan, kita akan melanjutkan di Sekolah Menengah Atas, dan ternyata kita tidak bisa bersama-sama kembali, mereka semua pergi dan memilih sekolah yang menurut mereka baik dan menurut keahlian mereka masing - masing. kita hari itu sangat bersedih sahabat ku yang menyayangi ku akan pergi meninggalkan aku, semua akan pergi ke luar kota, sedangkan aku masih tetap bertahan di sini, di kampung halaman ku. dan saat itulah aku sendiri dengan memulai lembaran baru, sahabat-sahabat ku yang menemani ku selama 10 tahun kini mereka semua pergi meninggalkan aku, aku yang menyayangi mereka dan mereka yang menyayangi ku, aku seperti tanah yang tandus, gersang tak ada senyuman selabar dulu, semua sahabat telah pergi, sehingga aku harus menyesuaikan dengan teman-teman baru ku, semua tak ada yang tersisa, hanya beberapa teman saja yang masih aku kesepian, makan bersama, belajar bersama, bermain bersama, saat kumpul bersama mereka, canda, tawa, gurau kini aku sendiri tanpa mereka di dekat ku, aku tidak tahu sampai kapan ini, dan kapan aku bisa bersama mereka berkumpul kembali, masa-masa kecil ku yang begitu bahagia saat bersama mereka, mereka yang aku sayangi dan mereka yang menyayangi ku. kini hanyalah kenangan yang tersisa kenangan indah sewaktu aku masih kecil.

6 tahun kemudian
sekarang umur ku 21 tahun, aku teringat masa-masa waktu kecil ku yang penuh dengan kebahagiaan dan persahabatan yang sangat erat, hingga kini aku belum bisa berkumpul bersamanya kembali, entah kapan masa itu bisa ku rasakan kembali, karena hingga saat ini aku belum menemukan nya. entah sampai kapan, aku harus menunggu rasa itu, aku berharap kalian di mana pun kalian berada kalian ingat di masa waktu kecil kita, masa yang tak pernah sedih, dan hanya bahagia yang kita miliki. aku sayang kalian semua. aku di sini menunggu kalian untuk bersama kembali.








Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 6:34 PM

0 comments:

Post a Comment