ada seorang gadis yang yang tinggal jauh dari perkotaan, sebut saja dia putri, kelahiran manokwari, keseharian putri yang selalu di isi dengan senyuman, dan canda tawa, bergurau dan lain sebagainya, itu memang sudah sikap putri yang memang orangnya tidak suka diam, dan pada suatu waktu putri mempunyai sahabat baru, dan sahabat barunya itu sebut saja putra, sejak putri bersahabat dan kenal putra putri yang hari-harinya selalu ceria dan selalu mengisi harinya dengan senyuman, kini lebih bertambah ceria, semua yg dia miliki bertambah menjadi lebih berarti karena sahabat barunya, sikap putri yg suka usil, sering kali membuat putra kesel dengan sikap putri, tapi putri tetap aja usil, yah namanya juga putri suka usil ga bisa diam, kemudian hari putra memperkenalkan degan sahabat putra namanya adi, putri pun sangat senang karena mempunyai sahabat baru lagi, putri menganggap mereka seperti keluarganya, dan sering sekali mereka komunikasi, eh iya ada yg lupa ne cerita dengan jarak jauh lo, ga berdekatan, tapi jarak jauh itu bisa membuat mereka saling memiliki dan saling menjaga, sehingga mereka hanya telfon-telfonan, dan pada sutu hari putra sangat sibuk dengan kerjaanya, putri tetap saja tidak mau diam selalu mengganggu dan mengganggu putra ya akhirnya putra punya tidaklah merespon putri, putrinya pun tidak mau berhenti mengganggu putra, dan sampai-sampai hari itu putra sangat-sangat sibuk dan putri diberitahu sebelumnya untuk tidak diganggu, dan putri sangat sedih, dia sedikit sadar, apakah aku selama ini terlalu mengganggu mereaka? tanya putri, dan akhirnya putri pun untk beberapa hari memang tidak mengganggu putra tapi itu dengan rasa yang tidak tenang, dan pada waktu itu ia selalu menanyakan kabar putra melalui adi, dan adi pun selalu menceritkan kabar putra, nah putri pun juga mengganggu adi, untungnya adi juga orangnya fer, sehingga enak di ajak ngobrol apalagi berjanda. bercanda bercanda dan bercanda, sampai-sampai putri pun sanagat merasakan keakrapannya, hingga pada sutu hari putri merasakan kangen dengan sura putra, dia ingin sekali, bergurau pada putra, tapi putra masih sibuk sehingga putri kurang mendapatkan respon,karena putra memiliki sikap cueknya lebih daripada putri,sehingga rasa rindu yg dirasakan putri tak bisa terobati, baiklah aku akan mencoba untuk membiarkan dia sedikit tenang tanpa ada gangguan dariku, tanya putri,dan akhrinya putri memberi tahu kepada adi kalau putri sedang rindu akan suara putra dan adi pun menasehati putri kalau putra memang tidak bisa diganggu, tapi karena rindu, terkadang putri selalu aja menggagu meski tak adarepon, dan meski terkadang juga putri merasa kesel, ya iya to, wong ga direspon, habisnya juga salah siapa, kan putra udah bilang dia sangat sibuk. putri pun saat rindu dengan putra dia menghubigi adi,dan berbagi cerita kepada adi, adi pun selalu menanggapi dengan baik,karena adi tahu kalau putri sebenarnya rindu dan kesepian karena putra masih sibuk, putri pun bertanya kepada adi, sampai kapan putra akan seperti ini, apa yg harus aku lakukan? yah meskinya kamu sadar diri saja kamu siapa dan dia siapa?jawab adi, putri bingung apa maksundnya, lalu sejenak dia berfikir, tentang apa yang di katakan oleh adi, dia siapa aku siapa, apakah aku ga pantas untuk menjadi sahabat putra, apakah aku terlalu berlebihan sikap yg aku berikan kepada putra? apa maksud dari semua ini, lalu putri pun mencoba untuk menghilangkan hal2 negatif yang ada dalam pikirannya, putri pun sesaat melupakan kata2 dari adi itu, lalu di lain hari putri menghubungi adi, dia seperti biasa tiada hari tanpa mengganggu, dan tak tahu ada apa sehingga adi berkata kepada putri kalau dia tidak suka cara putri, putri pun sedih, ada apa sebenarnya, apa yag terjadi, apakah mereka sudah bosan denganku?apakah aku pengganggu mereka, putri bingung sehingga putri teringat kata2 adi, aku siapa danau kamu siapa? putri puncaknya sadar, huh! betapa bodohnya diriku, itu tandanya akuntansi sudah kelewatan bercanda nya, mana semua itu dari keluarga terhormat, aku bikin mereka seperti sahabat2ku yg ada dekat denganku, mereka lebih dewasa sedangkan aku, aku mungkin dimata mereka anak kecil yg suka mengganggu, aku sadar bodohnya diriku, kenapa aku harus mengganggu keseharian mereka yg selalu diisi dengan hal2 yg berguna, sedangkan aku bisanya cuma mengganggu mereka, kata putri, akhirnya putri pun berusaha untuk tidk mengganggu mereka karena putri merasa kecewa dan merasa bersalah karena putri takut, aku siapa dia siapa, itu yg harus putri pelajari mulai saat ini, maafkan semua kesalahan putri ya . . .bagi yang merasa bersahabat dengan putri, hehehe ok sukses selalu buat kalian ,,,,,,,,,,,



0 comments:
Post a Comment