sana-sana cepat mandi pergi sekolah. . .
pagi itu ayahku menyuruhku untuk segera pergi kesekolah, aku sangat bosan dengan kehidupanku yg selalu terburu2, dalam keseharianku aku selalu saja menjalani waktuku dengan terburu-buru seperti di penjara aja, eh di penjara aja santai, hehehe, oiya perkenalkan namaku indah, tapi sayang namaku tak seindah kehiduapnku, aku sangat sedih, tapi aku juga bahagia, itu tadi ayahku, aku selalu saja di kejar oleh waktu, yg sebenarnya bisa santai, dalam keseharianku, ayahku selalu saja mebuat waktuku terasa cepat bahkan bisa rasa sangat lama, hkuya aku tau ayahku semua yg dilakukan oleh ayahku semuanya baik, sampai2 karena aku bosan dengan waktu yg selalu buru2, aku sekolah kelas 1 smp, dan dari SD sampai aku SMP sekarang ini, aku sangat berharap impianku bisa tercapai yaitu membuat orang tuaku bisa menjalanin hidup ini dengan santai, yah walau aku belum tahu tentang arti kehidupan sesungguhnya tapi aku ingin sekali impianku ini bisa terwujud, aku selalu saja di paksa ayahku untuk menjadi anak pintar di sekolah,yah aku akuin aku cukup pintar di sekolah, ehm! tapi aku sangat sedih, dan aku terkadang sempat iri, tapi jangan sampai, tapi emang itu pada kenyataanya, karena aku mempunyai keluarga yg sangat kaya raya, harta berlimpah, tapi aku malu dengan Allah, aku selama ini disuruh belajar untuk kehidupanku, tapi yg membuat pertanyaanku adalah ayahku, aku tidak pernah melihat ayahku berbicara ataupu mengucapkan syukur sama Allah, aku malu karena aku sebagai anak tidak bisa mengingatkan ayahku, dan aku hanya memberikan contoh2 kecil yg aku tahu dari hasil mengaji ku, aku tidak berani menegur ayahku, dan pada saat itu aku melihat teman ku ayahnya pergi naik haji aku sangat mengharapkannya, tapi apkah mugkin, setiap kali ada pelajaran agama di sekolah aku selalu saja minder kana aku takut pada waktu itu,aku masih SD , aku takut kalau sampai bu guru memberi pertanyaan yg tak ada dalam kehidupanku, aku tidak pernah menjalaninnya, aku ingin seperti mereka yg mempunyai ayah selalu dekat dengan Allah SWT, tapi sampai kapan, setiap hari jum'at ayahku hanya menghabiskan waktunya dirumah, aku hanya bisa menahan rasa malu ini dalam2, semoga Allah memberikan hidayah dan membukakan pintu hatinya kepada ayahku, saat bulan ramdhan tiba temanku waktu itu tanya dimana ayahku, aku hanya bisa berbohong setiap kalinya, aku beralasan bahwa ayahku pergi ke mesjid sebelah, kalau tidak aku bilang saja ayahku pergi, aku sangat malu,hatiku selalu menagis pada saat tu, usia memang masih kecil, tapi pada saat itu aku sudh bisa merasakan akan kemarahan Allah, dan rasa malu yg selalu menyelimuti hari2ku. hingga suatu hari ayahku marah karna aku terlambat pulang, aku terlambat pulng karna aku sengaja, biar ayahku memarahiku, karna aku juga ingin menegur ayahku, dan pada saat itu aku pun memberanikan diri menegur ayahku, tapi apa ayahku malah lebih marah, karna waktu itu aku memang masih kecil untuk bertindak, dan aku pun sudah tidak lg berani menegur ayahku, aku biarkan ayahku bebas mengaturku dan memarahiku,aku hanya bisa terus berdoa dan memberikan contoh kecil, seiringnya waktu saat aku kelas 6 SD aku pun mulai remaja, saat aku sedang bergurau ga banyak, karena ayahku ga suka bergurau dengan ku, aku terkadang suka sekali menyinggung ayahku, dan ayahku pada saat itu tidak memarahi atau apa, tapi hanya diam yg ditunjukan oleh ayahku, aku jadi merasa ayahku aneh, tapi aku berharap ayahku sudah diberikan petunjuk oleh Allah, hingga suatu hari ayahku pun sadar, dan di bulan ramdhan tiba2 ayahku mulai pergi ke mesjid dan sudah mau mendekat kepada Allah, aku sangat senang sekali, aku bersyukur atas anugrah yg diberikan Allah kepada aku dan ayahku, dan smuanya deng, heheh, dan pada saat itulah ayahku mulai berubah dan mau mendekatkan diri kepada Allah, sehingga aku pun ingin lebih baik lagi dari hari hari yg ku lalui, aku sangat bahagia, dan sekarang aku sudah tidak takut lagi untuk belajar agama di kelas, aku lebih semangat dan beljar lebih giat, terimakasih ya Allah, tenyata semua perjalanan yg kujalanin dengan penuh cobaab kini Allah telah memberikan jawabanya, anugrahnya, hikmahnya, dan aku akan terus berusaha dan berdoa agar aku dan kehidupanku lebih baik, karna jika orang tua salah melngkah maka itu bukan salah mereka, tapi jika kita tidak memperbaiki langkah mereka dan kita untuk terus lebih baik, ok nenek moyang kita boleh salah tapi stop samape dimereka saja, kita harus putuskan rantai kesalahan mereka cukup mereka, kini saat untuk memperbaki di masa yg akan datang InsyaAllah, AMIN. .



0 comments:
Post a Comment