Thursday, June 21, 2012

kau membuatku berarti nenek

disaat semua kata habis terucap
tapi tidak sama cintaku kepada mu
malam itu. . .
stop. . .stop . . 
aku turun dari sebuah mobil, malam itu aku baru datang di rumah nenek ku, aku akan tinggal bersama nenek ku, dan sangat kacau pikiranku, karena aku harus tinggal bersama nenek ku seorang, aku merasa tinggal di hutan karena sangat sepi dirumah nenek, nenek mempunyai sebuah rumah kontrakan tapi kebetulan yang kontrak anak-anak mahasiswa, tapi pada waktu masi libur sehingga sangat sepi dirumah nenek ku, hari pertama ku tinggal bersama nenek ku aku sudah merasakan ketidak bebasan aku, aku hanya dirumah nonton dan nonton terusa-terusan, huh aku sangat kesepian, aku tinggal bersama nenek ini karena sekolah ku jauh dari rumah ku dan dekat dari rumah nenek ku, sehingga aku harus tinggal bersama nenek ku, ya namanya juga nenek2 pastinya beda dong dengan jiwa anak muda.dan siang itu aku akan pergi bermain tapi tidak di izinkan dengan nenek ku, dan aku harus tunggu hari sabtu karena hari sabtu aku ada kegiatan ekstrakulikuler pramuka, itu bisa menjadikan aku ebagai alasan untuk bisa keluar. nenek selalu mengingatkan aku disaat aku salah hanya saja kadang aku merasa tertekan jika aku tidak boleh bermain dengan teman2ku, kasarnya ni ya bisa dibilang keluar dari kandang singa eh masuk kandang harimau, sama aja kan, aku tidak bisa berkutik, dan pada waktu itu saat nenek sedang nonton tv aku pun belajar dikamar, tapi karena aku takut aku keluar dekat dengan nenek yang sedang nonton , aku pikir ya belajar sambil nonton gitu eh sama nenek dikasih mati, huh padahal filmnya lagi seru itu sebenarnya aku kesal tapi tidak mungkin dong aku marah2 heheh. setelah selesai belajar aku tertidur didekat nenek ku, dan tidak terasa hari sudah pagi dan aku terbangun dan aku sudah ada didekat nenek ternyata semalaman nenek juga tidak tidur di kamar, kita berdua tidur di ruang tv,aku pun terbangun dan memarahi nenk kenapa tidak tidur didalam? nenek hanya tersenyum saja, dan itu membuat ku semakin kesal, dan saat yg aku tunggu-tunggu aku hari sabtu telah tiba, aku pun berangkat pramuka tapi hari itu aku tidak pergi pramuka, tapi aku dan teman-temanku malah pergi mencari durian di rumah teman sampai sore, dan jika sore hari aku pun cepat2 bergegas untuk pulang karena aku harus pulang sebelum magrib, dan hari sudah semakin sore akupun cepat-cepat dan. . bruak. . bruak. . .aku terseret dari jarak 5 meter dari motorku, aku terjatuh karena pada sore itu hari  ulai gelap dan aku terburu2. aku terluka parah wajahku bukan sawo matanglagi melainkan warna putih karna wajahku terseres saat aku jatuh dan menyentuh aspal jalan dan aku tidak bisa berfikir apa-aku hanya berfikir bagaimana aku bisa menututupi luka separah ini dan nenek tidak tahu, tiba2 gelap dan gelap tapi aku berusaha bertahan untuk berdiri tapi tidak bisa dan teman 2 orang yg bersamaku berusaha menolongku untuk berdiri, bukan sakit yang kurasakan tapi aku takut untuk pulng dengan luka yang sangat parah yang belum pernah terjadi padaku, dan teman2 ku pun segera membawaku ke rumah sakit dan yang lain mengurus montorku, aku hanya takut motorku kenapa pasti bapak marah itu yg aku takutkan karna ulahku, dan setelah aku sampai dirumah sakit aku dirawat dan saat dirawat tiba2 lampu mati dan aku sendirian berada di ruangan itu hanya dengan seorang suster yg jutek, aku sanag takut apa yang harus ceritakan kepada keluargaku dan nenek, dan setelah lampu menyalah tidak lama kemudia keluargaku datang tapi kedua orangtuaku belum datang karna hari  malam dan rumahku cukup jauh jika harus kerumah nenek dan kerumah sakit,mereka semua menanyakan aku kenapa bisa terjadi seperti ini sampai luka parah, aku hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, dan setelah luka ku dibersihkan dan diobati aku minta pulang aku  tidak mau dirawat aku takut, dan mereka mengizinkan aku dirawat dirumah meski awalnya mereka khawatir, dan disaat aku mau dibawa pulang. . aduh. . .aduh . .!!! aku tidak bisa bangun kakiku terasa sakit dan sulit untuk digerakakan dan akhirnya aku digendong dengan kakak ipar ku dan papanya teman ku, dibawa masuk ke dalam mobil ambulan dan padahal 2 minggu lagi aku harus ikut acara kemah, pawai obor yang diadakan sebulan 6 bulan sekali dan juga harus mengisi acara di mesjid, kegiatanku sangat padat tapi apakah dengan jarak 2 minggu ini aku bisa sembuh total aku berharap begitu karena aku ingin mengikuti kegiatan tersebut tapi sudahlah sampai dirumah nenek ku banyak orang datang dikiranya ada yg meninggal karena aku pulang dengan mobil ambulan, hehe. 

mereka kembali mengendongku  untuk masuk kedalam kamar. semua orang datan untuk melihatku, aku sangat malu dan takut pertanyaan apa ini. 
malamnya aku baru merasakan sakit yg aku rasa aku tidak bisa bergerak dan aku hanya bisa menangis karena aku melihat nenek ada disamping ku dan menemaniku, keduao orang tua ku belum tahu karena takut saudaraku untuk menghubunginya karena papaku yg keras, takutnya aku malah tambah dimarah, aku hanya bisa menangis dan sangat merasa bersalah dengan nenek, aku tidak bisa apa2 dan neneklah yg menemani ku 24 jam, dan paginya orangtuaku dataang mama melihat aku menagis dan papaku marah karena aku tidak ikut kata nenek, papa ku mungkin tahu apa yg aku lakukan. akupun hanya terdiam dan merasa bersalah aku bingung apa yg harus aku lakukan, aku idak bisa melakukan apa2 selain bantuan mereka,orang tuaku tidak bisa terus-terusan menemani aku karena rumah yg jauh dan harus bekerja siangnya, aku hanya bisa menagis disaat aku sakit orang tuaku harus bolak balik untuk melihat dan merawatku dan nenek yg 24 jam ada didekatku, mereka semua adalah orang yg terkadang aku tidak dengar perkataan mereka. tapi mereka tidak ada sedikitpun membenciku, mereka semua meraatku menyayangi ku, aku tidak bisa apa2 makan disuap buag air kecil ditatur karna kakiku tidak bisa untuk jalan dan badanku sakit semua untyk bergerak soalah2 aku seperti bayi besar aku sangat malu. mama papa maafin aku, nenek maafin aku. mugkin ini karena aku tidak mendengarkan kata2 mereka. 1 bulan aku berbaring ditempat tidur karena kakiku tidak bisa untuk berjalan aku takut jika aku tidak bisa berjalan selamanya, keluargaku berusaha mencari dokter dan ahli tulang untuk menyembuhkan kaki ku ini.semua sangat mencemaskanku, aku sedih karena mereka menaggis dan sangat perhatian sama aku karena selama ini aku tidak dengar mereka.
2 bulan. . .
waktu yang sangat membosankan aku sudah belajar untuk berjalan sedikit demi sedikit aku sudah mulai bisa aku sangat senang sekali aku bisa kembali ke sekolah dan bisa pulang kerumahku alhandullah aku bisa berjalan meski masih sakit. aku pun semejak kejadian itu aku mulai tersadar semuanya ternyata sayang sama aku, dan kalian membuatku berarti. hidupku  tidak akan lengkap jika tidak ada kasih sayang dari kalian semua. maafkan aku, aku sayang kalian semua.








Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 4:41 AM

0 comments:

Post a Comment