Tuesday, August 26, 2025

surat buat jendral

 

jendral…

kini aku merasa aku sudah besar, dan aku melihat jendral sudah tua

aku yang sewaktu kecil selalu melihat jendral dengan baju gagahnya, yang pada waktu itu aku tidak tau siapa anda, karena aku selalu melihat dan mendengar nama mu di televisi yang selalu di putar bapak ku, pagi, siang sore malam, bapak selalu memutar dirimu, sampai-sampai aku ingin melihat kartun kesukaanku di hari libur pun aku tak bisa, itu karena mu, bapak ku selalu menceritakan dirimu wahai jendral, selalu mengidolakan mu dan pasangan mu, bahkan keluarga mu, aku pun tak peduli, karena menurutku kamu adalah acara penggangu di saat aku kecil. Dan pukul 7 malam untuk daerah timur itulah adalah waktu yang sangat menakutkan bagiku, karena aku harus berebut acara antara jendral atau drama serial anak pada waktu itu, sepertinya nama mu selalu di sebut bukan dari bapak ku aja, tapi ketika aku main di rumah teman ku pun nama mu di sebut, di pasar di lapagan selalu di sebut, dan aku sempat bosan, karena hanya nama jendral yang menjadi topic di kampungku.

Kini aku merasa aku sudah besar, dan aku melihat jendral sudah tua

Aku sekarang sudah dewasa bahkan menjadi orang tua, dan akirnya aku tau siapa jendral sesunggunhya, yah orang yang selalu di bicarakan bapak sewaktu aku kecil, bapak selalu menyebut nama mu, sehingga otak ku seperti sudah di dokterin atas namamu, kebaikan mu, semua yang baik dari bapak yang di ceritakan tentang jendral, namun… kini ku sadar saat ini benar-benar aku butuh jendral, jendral yang memang seperti bapak ku ceritakan di masa aku kecil, seperti kyaiku bahwa jendral adalah orang yang paling ihklas untuk Negri ini, walaupun aku belum tau apa yang sebenarnya terjadi, ketika mereka merendahkan mu, hati ku sakit teramat sakit, namun aku lebih sakit lagi ketika melihat rakyat di adu domba, dan perusakan lingkungan di mana,sehinga keluarlah kata ajaib yang dulu aku dengar dari bapak, yang aku tidak percaya, yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, semua bisa di beli dengan uang rasanya sesak di dada melihat Negriku tercinta ini, jendral… semoga engkau dapat menepati janji mu, dan membuat rakyat lebih baik, jangan biarkan kita perang dengan Negeri kita sendiri, dengan orang kita sendiri.. saling menjatuhkan saling mengadu domba dan membuat orang di luar sana tersenyum melihat dongen yang ada di negeri tercinta kita, tanpa modal tanpa tenaga mereka dengan mudahnya melumpuhkan kita, aku sungguh tidak rela melihat Negeri ini rusak tapi di rusak oleh rakyatnya sendiri…

Jendral….

Ketika aku melihat pak polisi dengan masyarakat , masyarkat dengan Satpol PP , TNI dan Polri ataupun anggota-anggota, ormas-ormas  yang lain pun menjadi gaduh, yang seharusnya mereka menjalakan tugasnya masing-masing, sebenarnya mereka saling menyayangi saling melindungi tapi entah siapa perusak itu, sehingga mereka yang saling melindungi menjadi saling perang antar sesame, sungguh memalukan, sungguh sedih melihatnya. Sebenarnya 1 yang mebuat rasa itu bisa berubah, tp sangat berpengaru dalam rasa, dan menggapa kalian semua yang sudah tau jika 1 saja sudah merusak rasa dan warna kenapa kalian mengikutinya, sehingga menimbulkan rasa dan warna yang benar-benar berubah,aku hanya seorang manusia yang bodoh, namun aku mempunyai doa dan cinta untuk Negeri ini, sayang banyak buat para pejuang disana (TNI.POLRI.BRIMOM .SATPOLPP.LINMAS.DAN ANGGOTA-ANGGOTA dan Relawan dan seluruh masyarakat yang bertugas menggabdi untuk Negara tercinta kita Indonesia. Hanya kalianlah tameng untuk Indonesia, bersatulah demi Indonesia Merdeka.

Jendral….

Tugas mu masih banyak, beban di pundak mu semakin berat, dan tetaplah berdiri dengan pendirian mu meski beban ini berat, karena semua ada di perintah mu, jadi jangan pernah untuk tidak mengikuti hati, karena hati dan otak memiliki peran yang berbeda di dalam anggota tubuh kita. Indonesia bersatu Indonesia Mampu.

Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 7:49 PM

0 comments:

Post a Comment