jendral…
kini aku merasa aku sudah besar, dan aku
melihat jendral sudah tua
aku yang sewaktu kecil selalu melihat jendral
dengan baju gagahnya, yang pada waktu itu aku tidak tau siapa anda, karena aku
selalu melihat dan mendengar nama mu di televisi yang selalu di putar bapak ku,
pagi, siang sore malam, bapak selalu memutar dirimu, sampai-sampai aku ingin
melihat kartun kesukaanku di hari libur pun aku tak bisa, itu karena mu, bapak
ku selalu menceritakan dirimu wahai jendral, selalu mengidolakan mu dan
pasangan mu, bahkan keluarga mu, aku pun tak peduli, karena menurutku kamu
adalah acara penggangu di saat aku kecil. Dan pukul 7 malam untuk daerah timur
itulah adalah waktu yang sangat menakutkan bagiku, karena aku harus berebut
acara antara jendral atau drama serial anak pada waktu itu, sepertinya nama mu
selalu di sebut bukan dari bapak ku aja, tapi ketika aku main di rumah teman ku
pun nama mu di sebut, di pasar di lapagan selalu di sebut, dan aku sempat
bosan, karena hanya nama jendral yang menjadi topic di kampungku.
Kini aku merasa aku sudah besar, dan aku
melihat jendral sudah tua
Aku sekarang sudah dewasa bahkan menjadi orang
tua, dan akirnya aku tau siapa jendral sesunggunhya, yah orang yang selalu di
bicarakan bapak sewaktu aku kecil, bapak selalu menyebut nama mu, sehingga otak
ku seperti sudah di dokterin atas namamu, kebaikan mu, semua yang baik dari
bapak yang di ceritakan tentang jendral, namun… kini ku sadar saat ini
benar-benar aku butuh jendral, jendral yang memang seperti bapak ku ceritakan
di masa aku kecil, seperti kyaiku bahwa jendral adalah orang yang paling ihklas
untuk Negri ini, walaupun aku belum tau apa yang sebenarnya terjadi, ketika
mereka merendahkan mu, hati ku sakit teramat sakit, namun aku lebih sakit lagi ketika
melihat rakyat di adu domba, dan perusakan lingkungan di mana,sehinga keluarlah
kata ajaib yang dulu aku dengar dari bapak, yang aku tidak percaya, yang kaya
akan semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, semua bisa di beli dengan
uang rasanya sesak di dada melihat Negriku tercinta ini, jendral… semoga engkau
dapat menepati janji mu, dan membuat rakyat lebih baik, jangan biarkan kita
perang dengan Negeri kita sendiri, dengan orang kita sendiri.. saling
menjatuhkan saling mengadu domba dan membuat orang di luar sana tersenyum
melihat dongen yang ada di negeri tercinta kita, tanpa modal tanpa tenaga
mereka dengan mudahnya melumpuhkan kita, aku sungguh tidak rela melihat Negeri
ini rusak tapi di rusak oleh rakyatnya sendiri…
Jendral….
Ketika aku melihat pak polisi dengan masyarakat
, masyarkat dengan Satpol PP , TNI dan Polri ataupun anggota-anggota,
ormas-ormas yang lain pun menjadi gaduh,
yang seharusnya mereka menjalakan tugasnya masing-masing, sebenarnya mereka
saling menyayangi saling melindungi tapi entah siapa perusak itu, sehingga
mereka yang saling melindungi menjadi saling perang antar sesame, sungguh
memalukan, sungguh sedih melihatnya. Sebenarnya 1 yang mebuat rasa itu bisa
berubah, tp sangat berpengaru dalam rasa, dan menggapa kalian semua yang sudah
tau jika 1 saja sudah merusak rasa dan warna kenapa kalian mengikutinya,
sehingga menimbulkan rasa dan warna yang benar-benar berubah,aku hanya seorang
manusia yang bodoh, namun aku mempunyai doa dan cinta untuk Negeri ini, sayang
banyak buat para pejuang disana (TNI.POLRI.BRIMOM .SATPOLPP.LINMAS.DAN
ANGGOTA-ANGGOTA dan Relawan dan seluruh masyarakat yang bertugas menggabdi
untuk Negara tercinta kita Indonesia. Hanya kalianlah tameng untuk Indonesia,
bersatulah demi Indonesia Merdeka.
Jendral….
Tugas mu masih banyak, beban di pundak mu
semakin berat, dan tetaplah berdiri dengan pendirian mu meski beban ini berat,
karena semua ada di perintah mu, jadi jangan pernah untuk tidak mengikuti hati,
karena hati dan otak memiliki peran yang berbeda di dalam anggota tubuh kita.
Indonesia bersatu Indonesia Mampu.




0 comments:
Post a Comment