entah aku harus memulainya dari mana, tapi saat ini aku harus berjalan tanpa henti,semua di isi dengan cerita cinta, dan amarah, saat melangkah aku pun harus melangkah bermula dari mana, semua tak merespon apa yang sebenarnya terjadi atau karena aku yang berlebihan... tapi itulah ceritaku tentang semua ceritaku, aku ingin ceritaku ini seperti kehidupan di kalangan pesantren yang kebanyakan mereka di jodohkan, mungkin aku tak menjadi seperti ini, tapi entahlah itu semua lewat dari yang aku tahu.
saat aku pergi meninggalkan rumah, aku tidak pernah tahu tentang semua kejadian yang ada di dalam rumahku, aku hanya seseorang yang pergi untuk mencari keadilan, padahal keadilan itu sudah ada pada hatiku sendiri. dan sore itu entah dimana aku harus menenmukan sosok seseorang yang dapat merubah semua ceritaku ini .
aku pun pergi ketempat yang tak biasa ku tuju, aku berusaha untuk belajar apa itu kehidupan yang menjadi impian semua orang. aku berada dilingkungan yang sangat yaman dan tenan, tak seperti di lingkunganku pada saat itu,orang semua sangat ramah, dan semua orang di penuhi dengan senyuman manisnya.
tak seperti biasanya aku duduk di pngir jalan dekat penjual makanan, saat itu aku hanya ingin melihat apakah masih ada yang lebih tenang jika diluar sana, tak terlhat wajah murung ataupun susah, yang terlihat hanyalah wajah yang begitu sempurna dimataku, aku terus berjalan hingga aku tak sadar di warung penjual makanan disana banyak orng yang sangat menyukai aneka mie, dari mie rebus hngga mie goreng, aku melihatnya bukan hal yang biasa yang pernah ku lihat, karena memang aku tak meyukai mie yang begitu banyak, karena menurutku sepirng mie penuh adalah porsi terbesarku, karena entah kenapa mie dapat membuatku mual dan rasanya ingin aku... di tambah lagi adanya telur rebus yang semakin membuat aku merasa mual... dan tak sanggup aku melhat banyak orang yang memakan mie tersebut aku pun memuntahkan rasa yang sangat mengganguku. aku merasa badanku menjadi tak enak, dan rasanya kepalaku sangat pusing.. aku pun istirahat di bawah pohon yang tempatnya lumayan jauh dari warung tersebut. dan pada saat badanku sangat lemas, tiba-tiba ada orang asing mendekatiku, aku tak mempunyai firasat ataupun perasaan ayng mencurigakan, karena aku percaya disini aman, tapi tak lama kemudian orang itu pergi dan teryata benarkan aku aman.
aku pun pergi melanjutkan perjalananku, eh ada becak, aku tak pernah menaiki becak dan aku ingin merasakn jalan-jalan dengan mengendarai becak itu" mari mbak naik becak,mau kemana ?" tanya tukang becak itu yang umurnya masih muda, aku pun meminta untuk di antar mengelilingi kota, dan senangnya hatiku ini, dan saat aku tiba di keramaian.. aku pun segera membayar becaknya, astaga! dompetku... ada apa mbak? "maaf mas dompetku tidak ada! apa mbak sudah periksa dengan baik? sudah mas tapi ...bagaimana aku bisa pulang kembali jika aku tak mempunyai uang sepeser pun... mas maaf aku tidak bisa membayarmu, apa aku bisa membantu mas mengayun becak, dan uang nya nanti aku setorkan ke mas, mas tunggu disini aja ya? jawab ku. udah mba tidak apa-apa, namanya juga musibah ga ada yang tahu kapan datangnya, kalau mbak mau pulang ayo mbak tak antar, dengan rasa malu ku aku pun terpaksa harus ikut dengannya lagi, dan sesampai di dekat rumahku, mas nya mengajak aku untuk meneman makan siangnya. mbak tolong bisa temani saya untuk makan siang, ga enak mbak kalau cuma makan sendri, apalagi tumben warungnya sepi tidak seperti biasanya, ya tuhan...tapi kenapa harus makan mie rebus, kenapa ga yang lan aja, yang murah yang penting bukan mie aja lah,,, aduh maaf mas saya masi kenyang, lagian juga rumah saya sudah dekat, ayolah mbak..1 kali ini saja,,, huh! dia udah meneolongku masa sih aku menolak niat baiknya dia, dan aku pun masuk ke dalam warung itu yang seisinya di tulisn dengan banyak kata yatu mie, dan pastinya gambar mie ada di mana-mana.. hedeh... ya tuhan kuatkan aku semoga saja aku bisa biasa-biasa saja saat aku memakannya di depannya..ini mbak mas silahkan di makan. monggo..ya bu terimakasih..dan pada saat mie sudah ada di hadapnku, perutku sudah merasa mual, aku harus kuat dan dapat menahnnya,aku pun memulai makan,,, kenapa mbak?tanya mas becak. apa mienya tidak enak atau kurang asin? oh tidak mas mienya sangat enak, pantasan aja banyak orang yang makan disin. jawabku dengan menahan rasa mualku, loh emangnya mbak belum pernah ngrasin mie disini to, wah gimana to mbak ini, ini mie favorite aku mba! hehe
entiah pertemuan itu membuat aku menjadi belajar menghargai orang lain. tapi lanjutannya kapan-kapan kita sambung lagi ya..tunggu selanjutnya...



0 comments:
Post a Comment