BAB 1
PENDAHULUAN
Usaha pemanfaatan sampah organik sebagai briket
A. Latar belakang
1. Analisa faktor eksternal
Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat seiring peluang usaha yang semakin ketat serta untuk mendapat modal usaha sulit di Indonesia menyebabkan pertambahan konsumsi energi di segala sektor kehidupan seperti transportasi, listrik, dan industri.Sehingga secara langsung menimbulkan permasalahan sampah kota, yaitu sampah organik atau sampah anorganik yang pada khususnya dihasilkan pasar-pasar tradisional.Selain itu dari data didapat bahwa pemakaian energi per kapita masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Konsumsi per kapita pada saat ini sekitar 3 SBM (setara barel minyak) yang setara dengan kurang lebih sepertiga konsumsi per kapita rerata negara ASEAN. Diperkirakan kebutuhan energi nasional akan meningkat dari 674 juta SBM tahun 2002 menjadi 1680 juta SBM pada tahun 2020, meningkat sekitar 2,5 kali lipat atau naik dengan laju pertumbuhan rerata tahunan sebesar 5,2% (KNRT,2006). Sedangkan cadangan energi nasional semakin menipis apabila tidak ditemukan cadangan energi baru. Sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan untuk mencegah terjadinya krisis energi.
Mulai tahun 2007 kerosen atau minyak Tanah sudah di konversikan ke elpiji dan tidak disubsidi lagi untuk masyarakat umum (harga keekonomian tanpa subsidi Rp.6.000,00) dan
saat ini harga minyak tanah Rp.8.000,00 per liter dan sangat sulit di dapat. Kondisi ini menyebabkan penggunaan kayu bakar atau arang kayu sebagai sumber energi untuk keperluan sehari-hari semakin meningkat dan dikuatir kan akan mengeksploitasi dan merusak hutan atau lingkungan,maka perlu diupayakan teknologi alternatif atau tepat guna yang lebih murah dan efektif dalam penggunaannya.
Kegunaan dari program ini adalah memberikan suatu solusi terhadap permasalahan kelangkaan energi dan masalah penanggulangan limbah organik di Indonesia melalui bentuk briket, sehingga dapat menjadi suatu wujud penyelesaian masalah suplai energi di masyarakat, salah satu alternatif wujud pengabdian masyarakat oleh industri (CSR atau corporate social responsibility), serta rujukan program yang dapat didukung oleh Pemerintah dan memberikan peluang usaha untuk mahasiswa pada khususnya juga masyarakat ada umumnya.
a. Segmentasi pasar
Dengan luas pasar sekitar 5 htr, memungkinkan kami dengan leluasa menjual dan mengecerkannya kepada penjual-penjual lain karna di dalam pasar tersebut belum ada yang berdagan briket ini, sehingga kepercayaan kita untuk menjualnya sangat mantap.
Karena pasar yang ingin dituju adalah masyarakat umum, maka kami akan memberikan pelayanan yang baik serta didukung dengan suasana nyaman yang tercipta dari interior yang kami tata sedemikian rupa sehingga memancarkan kehangatan dan kenyaman.
b. Konsumen analisa
Para konsumen briket ini sangat senang dengan adanya bahan bakar yang ramah lingkungan dan dapat menyala dengam baik tanpa banyak asap dan dapat menyala dengan baik, sehingga para konsumen meminta lebih diperluas dan dipertahankan di desa tersebut. Tapi selain didesa tersebut orang yg tinggal di kota dan mempunyai usaha jual sate ia lebih senang sekarang menggunakan briket ketimbang tempurung.
c. Pesaing
Dalam penjualan briket ini belum banyak pesaing,masih sedikit sehingga, kita pintar-pintar menjaga kualitas dan mutu tetap terjaga dan tau dimana tempat untuk membuka cabang baru khususnya didesa-desa.dan sehingga jika ada pesaing baru maka mereka sudah dapat membedakan mana yang sudah lama berproduksi dan mana yng baru, dan kita pun dalam penjualan briket ini kita selalau melakukan pendekata- pendekatan dan memberi bonus-bonus dengan pelangan kami .
2. Analisa faktor internal
a. Sumber daya alam
1. Dari segi bahan cukup baik karna tumbuhan kelapa ada dimana-mana
2. Tepung kanji pun mudah di dapat dan singkong pun tumbuhan yang mudah di dapat juga.
b. Bahan baku
1. Tepurung kelapa
2. Kanji yang terbuat dari sari singkong(tepung singkong)
• Cara membuat
Mahasiswa bekerja sama dengan koperasi dan dinas kebersihan pasar untuk menunjang sarana dan prasana produksi
Produksi briket tempurung kelapa
• Tahap persiapan dan pengeringan
Pilah dan pilih sampah organik, seperti daun-daun, tongkol jagung, sepet, sisa sayuran dll, lalu keringkan.
Penyiapan bahan pembantu (tepung kanji, air, dll)
Siapkan alat tungku metal, alat penggiling arang, alat pencampur, dan pencetak.
• Tahap devolatilisasi/pirolisis.
- Bahan baku dimasukkan ke dalam tungku metal melalui atas sebanyak 1/3 bagian dan kemudian dibakar.
- Setelah agak penuh kira-kira 4/5 drum (sudah terisi sampah dan asap sudah putih) kemudian lubang atas ditutup.
- Selama proses pembakaran harus dijaga agar tidak ada udara yang keluar masuk ssecara leluasa. Jika ada udara keluar masuk drum, maka pembakaran tidak menghasilkan arang melainkan abu.
- Jika asap keluar dari lubang mengecil, ada dua kemungkinanan yaitu apinya padam atau pembakaran sudah selesai.bila sudah selesai segera buka tutup cerobong asap dan pengotrol udara. Lama proses pengarangan 2-4 jam.
- Bila sudah dingin, buka tutup tungku.
- Keluarkan arang.
• Tahap penggilingan
- Masukkan arang ke dalam mesin penggiling untuk mendapatkan serbuk / bubuk arang kemudian ayak dengan penyaring halus. Arang yang masih kasar hancurkan ulang.
• Tahap pencampuran / mixing
- Campur arang halus dengan bahan perekat yaitu tepung kanji, dengan perbandingan 7 : 1. Arang 7 kg dengan kanji 1 kg ke dalam mesin pencampur/di uleni seperti membuat donat. Tunggu sampai rata dan kekentalanya seperti pasta, bila dikepal tidak terburai.
• . Tahap pencetakan atau pengepressan
Masukkan pasta arang tersebut ke dalam mesin cetak/bisa juga menggunakan pipa pvc. Setelah padat potong sepanjang 6 cm.
• Tahap pengemasan / packing
c. Perbedaan
Minyak tanah Briket arang
• I kg arang biketakan habis terbakar untuk memasak selama 16 jam(harga eceran Rp. 2.000,-)
• Dalam walctu 16 jam rnenghabiskan arang bdket I kg = Rp. 2.000,-.
• Tidak menimbulkan polusiAlat yang digunakan adalah tungkudari lanah liat ( anglo )
• Alat memasak yang igunakan tidak menjadi kotor dan hitam.mcnjadi kotor / hitam.
• I liter minyak tarah akan habis terbakar untuk memasak selama 4 jam (Harga eceran Rp. 2.500,-)
• Dalam waktu l6jam akan menghabiskan 4 liter x 2.500: Rp.10.000,-.
• Menjadi penyebab Polusi.
• AIat memasal menggunakan kompor minyak biasa.
• Alat memasak yang digunakan mcnjadi kotor / hitam.
d. Dana
Kebutuhan biaya proyek terdiri atas biaya investasi dan biaya tenaga kerja. Biaya investasi adalah biaya yang diperlukan untuk pengadaan sarana produksi terdiri atas: tempurung kelapa,dan kanji
B. Fokus sasaran konsumen
1. Sasaran primer
Sesuai misi pemberdayaan. Misal : kepala keluarga, tetangga, anak sekolah
Di dalam kita menawarkan usaha briket ini kita yang pertama membirikan sasaran primer terlebih dahulu, dari keluarga, mereka bisa mempromosikan atau memperlihatkan briketya jika ada tamu atau temanya yang datang. Sehingga memudahkan kita untuk memperluas sementara di daerah sekitar kita.
2. Sasaran skunder
Sesuai misi dukungan sosial. Misal: Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama
Jika di dalam lingkungan kelurga dan sekitarnya kita sudah dapat maka kita perluas lagi dengan mendatangi para tokoh-tokoh yang ada di lingkungan/daerah kita,sehingga masyarakat lebih mempercayainya dan tetap barthan memilih briket yang lebih aman.
‘’ para tokoh aja pakek kita juga pakek donk!!!!’’
3. Sasaran tersier
Sesuai misi advokasi. Misal : Pembuat kebijakan mulai dari pusat sampai ke daerah
Jika semua masyarakat sudah mempercayai briket arang ini dan dapat di terima di masyarakat setempat dan apalagi para tokoh pun menggunakan dan mempercayai keunggulan briket ii maka kita minta persetujuan mereka karna dengan persetujuan mereka usaha briket ini dapat di perluas lagi, dari daerah ke luar daerah, dari kota ke luar kota dan diri Negara ke luar Negara itu yang di ingnkan dalan pencapain usaha briket ini dan dapat pula memperbaharui tingkat ekonomi yang ada. Dan berkurangnya pengangguran yang ada di sekitarnya.
C. TUJUAN USAHA
- . Membantu menguranggi pencemaran limbah organik pada khususnya yang aktivitas masyarakat, ( tempurung kelapa)
- Menerapkan pemakain terbaru dan ramah lingkungan
- Menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat yang sangat membantu dalam mengatasi masalah lingkungan
- Meningkatkan taraf hidup masyarakat
- Menguranggi pengganguran.



0 comments:
Post a Comment