Sunday, September 30, 2012

jangan berubah


malam itu adalah malam yang sangat menegangkan bagiku, karena aku malam ini sedang mengemasi barang2 ku, sudah sekian lama aku tinggal bersama kakak perempuanku, begitu banyak suka duka yang ku jalani saat bersama kakak perempuanku, sebenarnya aku sangat berat meninggalkan kamar kecil ku ini, kamar yang menjadi saksi bisu saat aku di sini, saat aku masih kuliah, sekarang aku akan pergi meninggalkan kamar kecil ku ini, dan dengan berat hati aku meninggalkan sahabat yang sudah menemani ku sampai sekarang ini, aku sangat sedih saat aku mengemasi barang-barangku, aku berdoa semoga saja sahabat ku bisa bertahan di kamar kecil ini, dan selalu diberi kesabaran yang lebih, aku harus pergi sahabatku, karena aku tidak mau merepotkan kakak lagi, aku sebenarnya malu dengan diriku sendiri karena aku selama di sini sudah banyak merepotkan kakak ku, dan semoga aja dengan kepergian ku sahabatku bisa lebih di perhatikan dan di sayang lagi, aku harus pergi . .

siang itu aku masih menunggu ke dua orang tua ku untuk menjemput ku, aku pun sebelum pergi aku masih bercerita dengan sahabat kamar ku, dan dia sangat sedih sepertinya aku pun begitu karena memang berat, saat suka duka kita jalani bersama waktu tengah malam orang2 yang sedang tertidur nyeyak saat hujan turun, tapi kita tidak bisa tidur karena kamar kecil kia yg biasa banjir karena ada proyek di belakang sehingga air yg seharus mengalir dia tersumbat dan bertapampun di sebelah kamar kita, sehingga air merembes ke dalam, setiap hujan kita tidak bisa tidur karena harus menyubat air yg masuk, sering kali tempat tidur kita basah, dan sering kali aku masuk angin dan sahabat ku lah yg selalu memberiku kehangatan, saat aku kedinginan dia selalu berusaha agar aku tidak kedinginan, padahal aku tau dia juga sedang kedinginan, tapi dia memberikan selimutnya untuk ku, aku malu dengan diriku sendiri, terkadang sikap tak adil dari kakak membuat ku sedih, sedih bukan untuk ku, tapi buat sahabatku, padahal dia adalah keponakan dari kakak perempuan, tapi terkadang sikap yang tidak adil apa lagi kakak laki-laki hanya sayang dengan keponakannya sendiri, perbedaan di antra kita terkadang ingin sekali kita pergi secepatnya dari tempat ini, karena sepertinya mereka tak suka dengan adanya kita, tapi sahabatku itu harus tetap bertahan agar dia bisa mengapai cita-citanya. aku tak kuasa menahan air mataku ini, aku terpaksa harus pergi sahabatku, semoga dengan sudah tidak adany aku, sahabatku lebih diperhatikan lagi dan mereka tidak pilih kasih lagi, maafkan aku sahabatku.

setelah aku selesai berbicara aku pun kembali memeriksa barang2 ku jangan sampai ada yg tertinggal dan ternyata foto sahabat ku yg jauh disana, aku tambah lebih sedih lagi, karena sampai sekarang ini belum ada sms darinya, dan dia pun belum menghubungiku, tadi malam aku sudah mencoba menghubunginya berulang kali tapi tidak ada jawaban atau pun balasan darinya, sebenarnya aku takut dengan semua ini, aku taku semua di lupakan dengan mudahnya, dan aku sudah di anggap tidak ada, aku takut, ya tuhan aku harap tali silahturhmi yg aku jalani ini bisa berjalan selamanya. dengana aku pergi semoga aku bisa lebih baik berhubungan dengan kakak ku, dan aku sudah tidak merepotkan lagi.

oh kamar kecil ku, selamat tinggal, sahabatku aku sedih nanti di sana tempat yg baru yg aku akan tinggal susah sinyalnya, dan aku akan tinggal bersama bude ku, mungkin aku akan jarang menghubungi kalian, setiap malam di kamar kecil ku ini aku bisa semalaman tidak tidur karena aku bisa bercerita dengan mu sahabatku, sekarang aku sedih, semua sudah tidak ada yg mengganggu ku dan aku sudah tidak bisa mengganggu mereka lagi. aku kangen dengan kalian semua sahabat2 jogja ku dan sahabat2 padang bulan ku. maafkan aku, aku sayang kalian semua aku harap kalian mau meluangkan waktu dan memberikan 1 pesan kabar untuk ku setiap hari nya , aku kangen kalian, aku .. ...... ga tau harus berbuat apa, huh!

setelah aku keluar dari rumah ini aku berharap cepat mendapat pekerjaan, agar aku bisa membantu ke2 orang tuaku, sejujurnya aku masih merasa kecil untuk bekerja, tapi aku harus belajar untuk menjadi orang dewasa dan belajar bertanggung jawab. aku harus memulai ini dengan lembaran kosong, apakah memang ini sudah waktunya aku bekerja? mohon doanya semuanya agar aku bisa apalagi dengan sikap manja dan kanak-kanak ini semoga aku bisa berubah meski berat.

oh kamar kecil ku, sahabatku.......... semuanya selamat tinggal, aku menyayangi kalian semua, aku harap semua tidak berubah begitu saja, aku ingin semua seperti dulu kita bahagia bersama selamanya :)

Posted by: Nurul Puji
titleblue, Updated at: 6:24 PM

0 comments:

Post a Comment