sehabis pulang kampus aku pun seperti bisa, kalau ga bermain dengan adek2ku, aku tidur, tapi siang itu aku ingin sekali menelfon seseorang yang jauh disana, tapi aku ragu, karena takut dia sedang istirahat, ehmm jadinya aku main komputer aja, aku berusaha mencari informasi tentang seseorang yg selalu menghiasi bayanganku, hehehe, gaya nya, lalu kemudia aku tiba2 brfikir kapan ya aku bisa ngobrol lagi dengan seseorang itu, ah gini aja biar enak pakek nama aja ya, hahaha, namanya siapa yaaaa kasih tau ga ya, pikir2 dulu ah, ehm maksa, karena kalian maksa okelah aku kasih tau, namanya reza, ehm gini2 ceritanya. . .
Terkadang pastilah kita sering sekali rindu dengan seseorang yang kita sayangi, dari keluarga, saudara, sahabat, teman bahkan sampai diri kita sendiri, harus berapa lama kita bisa melepas rasa rindu itu? 1 hari. 1 minggu, 1 bulan, atau 1 tahun, atau selamanya, ya terkadang rindu itu sangat menyedihkan tapi sangat membahagiakan, waduh! kok bisa, sedih tapi kok membahagikan ya, iya karena rindu itu Anugerah, iya enggak? hehehe itu juga aku belajar dari sahabatku, awalnya juga aku tu sedih bahkan sangat kesal kalau aku sedang rindu apalagi rindunya ga keturutan, ya kan, tapi kata pelajaran yang aku dapatkan dari seorang sahabat ku, kalai rindu itu Anugerah aku sudah mulai bisa menenagkan diriku, ya aku pikir2 juga gitu, coba kalau kita jengkel sama orang, wah Anugerah ga tu? enak mana coba, ya enak rindu lah. . .. meski sakit, tapi bukan menyakitkan hati, hehehe, dan kalian meski bersyukur kalau kalian rindunya bisa keturutan, kalian tau aku sangat rindu sekali dengan sahabatku reza, terkadang setiap malam aku selalu memikirkannya, apakah aku bisa bertemu kembali dengan reza, ya itu bisa terjadi kapan saja, bayangannya yang selalu hadir dalam setiap langkahku, dan aku tak bisa berkata apa2 kalau rindu ku ini sudah sangat luas seluas samudra, ya samudra kerinduan, aku tidak tau kapan aku bisa bertemu dengannya, jangankan untuk bertemu, ngobrol dengannya aja susah, apa lagi buat ketemu sangat jauh, aku kaget siang itu ketika aku rindu dengan reza, aku pun mencoba menelfonya, dan Alhamdullah dia menjawab telfonku meski aku yang berbicara, dan dia hanya mendengarkanku, aku sangat senang karena aku tau dia mendengar suaraku, aku menangis bahagia walau dengan aku berbicara sendiri tapi aku bisa memberikan suara untuknya, heheh kayak gimana tu, aku jadi kayak orang ga waras aja, coba kalau kalian telfon, tapi lawan bicaramu tu ga bicara, , , kita ngoceh aja sendiri, aneh kan? tapi itulah, rinduku yang seluas samudra, hingga akhirnya kita YM an dan aku bisa melihar raut wajahnya, aku pun semakin bahagia, karena aku bisa melihat senyumnya,karena senyuman mu membuat aku menjadi berarti, aku merindukan sahabatku, aku yakin perjuangan sahabatku akan segera usai,sehingga aku bisa mendenarkan cerita darinya, aku harap dia merindukan aku seperti aku merindukannya. bersambung .....




0 comments:
Post a Comment